Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Satlantas Polres Lamongan Gelar Rakor Keselamatan Perlintasan Kereta Api Sebidang

Lamongan, 04/03/2026 – Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru Palayanan Masyarakat yang akan lebaran Idul Fitri 2026 dan dalam rangka pengamanan arus mudik serta balik Lebaran Idul Fitri, Polres Lamongan melalui Satuan Lalu Lintas menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Keselamatan di Perlintasan Kereta Api Sebidang di wilayah Kabupaten Lamongan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, (03/02) bertempat di Rupatama Tathya Dharaka Polres Lamongan.

Rakor dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Lamongan AKP I Made Jata Wiranegara, S.T.K., S.I.K., M.Si., serta dihadiri Kadishub Lamongan Drs. Dianto Heri Wibowo, M.I.P. beserta anggota, perwakilan Kapolsek jajaran, Perwira Satlantas, perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Daop 8), perwakilan Camat dan Kepala Desa sepanjang jalur rel, serta perwakilan Kasitrantib Satpol PP Lamongan.

Dalam sambutannya, Kasat Lantas Berharap kegiatan rakor ini mampu menghasilkan langkah konkret guna memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat Lamongan, khususnya menjelang lonjakan mobilitas saat Lebaran.

Secara umum, wilayah Lamongan memiliki total 81 perlintasan kereta api sebidang, terdiri dari 33 perlintasan berpalang pintu yang dijaga oleh Dishub, 29 perlintasan tanpa palang pintu yang dijaga relawan, serta 19 perlintasan yang telah ditutup.

Data kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang pada tahun 2024 terjadi 8 kejadian dengan korban meninggal dunia (MD) sebanyak 4 orang dan luka berat (LB) 2 kejadian.

Tahun 2025 tercatat 8 kejadian dengan 6 korban meninggal dunia dan 2 kejadian luka berat.

Sementara pada tahun 2026, sejak Januari hingga saat ini, telah terjadi 4 kejadian dengan 3 korban meninggal dunia dan 1 kejadian luka ringan (LR).

Kasat Lantas juga memaparkan sejumlah upaya yang telah dilaksanakan Satlantas Polres Lamongan, termasuk identifikasi enam faktor penyebab kecelakaan berdasarkan fakta di lapangan.

Ke depan, solusi yang direncanakan meliputi pelatihan penjaga perlintasan, penambahan petugas dan sarana komunikasi, peningkatan jumlah palang pintu, penutupan akses jalan kecil yang membahayakan, serta sosialisasi intensif kepada masyarakat terkait tata cara aman melintasi rel kereta api.

Beliau juga mengimbau para kepala desa di sepanjang jalur rel agar lebih peduli terhadap keberadaan penjaga perlintasan dan keselamatan warganya.

Peningkatan sarana dan prasarana palang pintu menjadi prioritas, dan apabila tidak tersedia sumber daya untuk penjagaan, disarankan agar perlintasan ditutup pada malam hari.

Kolaborasi yang solid antar-stakeholder akan menghasilkan langkah yang kuat dan berkelanjutan dalam membangun sinergitas birokrasi demi keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Kadishub Lamongan menyampaikan apresiasi kepada Polres Lamongan atas terselenggaranya rakor tersebut sebagai forum penyamaan persepsi.

Saat ini terdapat 50 titik perlintasan sebidang yang menjadi perhatian serius, terdiri dari 19 perlintasan dengan pos jaga dan palang pintu, 13 perlintasan hanya berpalang pintu, 9 perlintasan berpalang dari swadaya masyarakat, 6 perlintasan tanpa palang pintu, dan 3 perlintasan dikelola langsung oleh KAI.

Kabupaten Lamongan memiliki 50 Petugas Jaga Lintasan (PJL) resmi yang dibantu 63 relawan.

Dalam paparan Perwakilan PT KAI Daop 8 disampaikan data perlintasan di wilayah Daop 8, termasuk titik rawan di wilayah Lamongan dan perlintasan yang berpotensi risiko akibat bangunan liar.

Identifikasi bahaya dan potensi risiko di perlintasan menjadi perhatian utama, terutama menjelang masa angkutan Lebaran 2026.

PT KAI juga menyampaikan rencana penambahan petugas jaga di 26 titik penjagaan selama masa Lebaran.

Selain itu, dalam rencana posko angkutan Lebaran, akan terdapat penambahan 11 perjalanan kereta api yang melintas pada jam rawan, yakni pukul 22.00 hingga 05.00 WIB memerlukan kesiapsiagaan ekstra dari seluruh pihak agar tidak terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang.

Melalui rakor ini, diharapkan kesiapan pengamanan perlintasan kereta api sebidang di Kabupaten Lamongan semakin optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 2026 dengan aman, nyaman, dan selamat dalam semangat Operasi Ketupat Semeru.

Shares
error: Content is protected !!